Jenis Record DNS: A, AAAA, CNAME, MX, TXT

Panduan ramah pemula tentang jenis-jenis record DNS yang paling sering dipakai beserta fungsinya, lengkap dengan tabel ringkas dan contoh yang mudah diikuti.

Diterbitkan 15 September 20268 menit bacaOleh ACY Partner Indonesia
Jenis Record DNS: A, AAAA, CNAME, MX, TXT — sampul
300 × 250Slot Iklan TersediaPasang iklan Anda di sini

Begitu kamu membeli sebuah nama domain seperti acy-partner.com, sebenarnya belum ada apa-apa yang kamu siapkan. Domain yang berdiri sendiri hanyalah sebuah nama yang belum diketahui cara menemukannya oleh siapa pun. Yang membuat nama itu berubah menjadi situs web yang hidup, alamat email yang berfungsi, dan banyak hal lain di belakang layar adalah sekumpulan kecil pengaturan bernama record DNS.

Kalau kamu pernah membuka panel kontrol domain lalu bingung melihat deretan baris penuh kode singkat berlabel A, AAAA, CNAME, MX, dan TXT, artikel ini cocok buatmu. Kita akan membahas tiap jenis record yang umum satu per satu, dengan bahasa sederhana, supaya lain kali saat kamu perlu mengarahkan sebuah domain, kamu benar-benar paham apa yang sedang kamu lakukan.

Apa sebenarnya record DNS itu

DNS adalah singkatan dari Domain Name System. Cara paling mudah membayangkannya adalah sebagai buku telepon internet. Manusia mengingat nama; komputer berkomunikasi satu sama lain memakai angka (alamat IP). DNS adalah tabel penerjemah yang mengubah nama ramah-manusia menjadi angka ramah-mesin.

Sebuah record DNS hanyalah satu baris di buku telepon itu. Tiap record punya beberapa bagian dasar:

  • Nama (bagian domain mana yang berlaku, misalnya www atau domain polosnya sendiri).
  • Tipe (A, CNAME, MX, dan seterusnya — bagian inilah yang memberi tahu internet jenis informasi apa yang dibawa record tersebut).
  • Nilai (jawabannya sendiri — bisa alamat IP, nama lain, atau sebuah teks).
  • TTL (time to live — berapa lama pihak lain boleh menyimpan jawaban di cache sebelum mengecek ulang, dihitung dalam detik).

Kamu tidak mengubah record ini di server tempat situsnya berada. Kamu mengubahnya di penyedia DNS kamu — biasanya perusahaan tempat kamu membeli domain (registrar), atau layanan DNS khusus. Panel kontrol itulah tempat semua record di bawah ini berada.

Record menempel pada domain, bukan situs

Ini sering bikin kaget: file situsmu mungkin berada di server satu perusahaan, tapi record DNS yang mengarahkan orang ke sana dikelola di tempat yang sama sekali berbeda. Kalau ada record yang perlu diubah, kamu pergi ke tempat DNS domainmu di-hosting — bukan ke dasbor hosting situs.

Record A: nama ke alamat IPv4

Record A adalah record paling mendasar dari semuanya. Ia memetakan sebuah nama ke alamat IPv4 — jenis alamat IP klasik yang tampilannya seperti 203.0.113.10.

Saat seseorang mengetik acy-partner.com di browsernya, komputernya bertanya ke DNS, “Apa alamat untuk nama ini?” Record A menjawab dengan sebuah angka, lalu browser tahu harus menyambung ke server yang mana.

acy-partner.com.    A    203.0.113.10

Baca itu sebagai: “Nama acy-partner.com punya alamat IPv4 203.0.113.10.” Kamu hampir selalu punya setidaknya satu record A, karena tanpanya domain polos tidak mengarah ke mana-mana.

Record AAAA: nama ke alamat IPv6

Record AAAA (ya, empat huruf A, biasanya dibaca “quad-A”) menjalankan tugas yang persis sama dengan record A, tetapi untuk alamat IPv6, bukan IPv4.

IPv6 adalah sistem pengalamatan yang lebih baru dan jauh lebih besar, yang perlahan menjadi tujuan perpindahan internet, karena stok IPv4 yang lama sudah kehabisan ruang. Alamat IPv6 tampak lebih panjang dan memakai tanda titik dua, contohnya 2001:db8::1.

acy-partner.com.    AAAA    2001:db8::1

Kamu tidak harus memilih antara A atau AAAA — kamu bisa (dan sering sebaiknya) punya keduanya. Pengunjung dengan koneksi IPv6 akan memakai record AAAA; pengunjung dengan IPv4 akan memakai record A. Keduanya cuma menggambarkan tujuan yang sama dalam dua format alamat yang berbeda.

Record CNAME: alias menuju nama lain

Record CNAME (singkatan dari Canonical Name) adalah “lihat juga”-nya DNS. Alih-alih mengarahkan sebuah nama ke alamat IP, ia mengarahkan satu nama ke nama lain.

Contoh klasiknya adalah subdomain www. Daripada mengulang alamat IP di dua tempat, kamu bisa bilang “www.acy-partner.com itu cuma alias untuk acy-partner.com,” lalu biarkan nama yang kedua membawa alamat aslinya.

www.acy-partner.com.    CNAME    acy-partner.com.

Jadi setiap kali ada yang bertanya soal www, DNS pada dasarnya menjawab, “Cari saja acy-partner.com,” lalu mengikuti rantainya untuk menemukan IP yang sebenarnya. Keuntungan besarnya ada di perawatan: kalau IP di baliknya suatu saat berubah, kamu cukup memperbaruinya di satu tempat (record A pada acy-partner.com) dan semua alias yang mengarah ke sana ikut menyesuaikan otomatis.

Jebakan CNAME pada domain polos

Umumnya kamu tidak bisa memasang CNAME pada domain polos (root) — acy-partner.com tanpa awalan. Aturan DNS melarang mencampur CNAME dengan record lain, sedangkan nama root hampir selalu membutuhkan record lain (seperti MX untuk email). Pakai CNAME untuk subdomain seperti www, blog, atau shop, dan pakai A/AAAA untuk root.

Record MX: tujuan email

Sejauh ini setiap record berhubungan dengan lalu lintas web. Record MX (Mail eXchanger) berbeda — ia memberi tahu dunia server mana yang menangani email untuk domainmu.

Saat seseorang mengirim pesan ke halo@acy-partner.com, sistem email pengirim mencari record MX milik acy-partner.com untuk tahu ke mana harus mengantar pesannya. Tanpa record MX, email ke domainmu tidak punya tujuan.

Record MX punya satu detail tambahan: angka prioritas. Angka yang lebih kecil dicoba lebih dulu, sehingga kamu bisa mendaftarkan satu server email utama beserta satu atau lebih cadangan.

acy-partner.com.    MX    10    mail1.acy-partner.com.
acy-partner.com.    MX    20    mail2.acy-partner.com.

Di sini, email mencoba mail1 lebih dulu (prioritas 10); kalau tidak terjangkau, ia beralih ke mail2 (prioritas 20). Perhatikan bahwa nilai MX berupa nama, bukan IP — nama itu lalu perlu record A/AAAA-nya sendiri supaya server pengirim bisa menemukan alamatnya.

Record TXT: teks bebas untuk verifikasi dan aturan email

Record TXT adalah yang paling fleksibel di antara semuanya. Isinya cukup teks bebas, dan selama bertahun-tahun keleluasaan itu dimanfaatkan untuk banyak keperluan praktis.

Dua pemakaian sehari-hari yang akan sering kamu temui:

  1. Verifikasi kepemilikan domain. Banyak layanan (search console, platform email, penyedia cloud) meminta kamu membuktikan bahwa kamu pemilik sebuah domain. Mereka memberi sebuah kode unik, kamu menambahkannya sebagai record TXT, lalu mereka mengecek apakah kode itu muncul — sebagai bukti kamu memang mengendalikan DNS-nya.
  2. Autentikasi email. Standar seperti SPF, DKIM, dan DMARC semuanya disimpan sebagai record TXT. Mereka membantu server email penerima menilai apakah sebuah pesan yang mengaku berasal dari domainmu itu sah, sehingga mengurangi pemalsuan dan spam.
acy-partner.com.    TXT    "v=spf1 include:_spf.example.com ~all"
acy-partner.com.    TXT    "google-site-verification=AbC123xyz..."

Kamu tidak perlu menghafal sintaksis itu. Cukup pahami bahwa saat sebuah layanan memberimu sebuah teks panjang untuk “ditempel ke record TXT,” inilah jenis record yang mereka maksud.

Record NS: siapa yang memegang kendali domain

Satu lagi yang akan kamu lihat adalah record NS (Name Server). Record NS menyatakan server mana yang otoritatif untuk domainmu — yaitu server mana yang memegang kumpulan record resmi dan asli yang sedari tadi kita bahas.

acy-partner.com.    NS    ns1.example-dns.com.
acy-partner.com.    NS    ns2.example-dns.com.

Record ini biasanya diatur otomatis saat kamu mengarahkan domain ke sebuah penyedia DNS, jadi jarang sekali kamu mengeditnya manual. Tapi tetap penting dipahami: kalau record NS-mu mengarah ke tempat yang salah, semua record lain tidak akan berfungsi, karena dunia bertanya ke server yang keliru.

Tabel ringkas

Berikut semuanya disandingkan. Tabel kecil inilah yang layak kamu simpan.

Record Nama lengkap Mengarahkan nama ke… Pemakaian umum
A Address Alamat IPv4 Alamat utama situs web
AAAA Quad-A Alamat IPv6 Situs yang sama, lewat IPv6
CNAME Canonical Name Nama lain (alias) www dan subdomain lain
MX Mail eXchanger Nama server email (dengan prioritas) Menerima email
TXT Text Teks bebas Verifikasi, SPF/DKIM/DMARC
NS Name Server Nama server DNS Siapa pengendali domain

Perubahan butuh sedikit waktu

Setelah kamu mengubah sebuah record, pembaruannya tidak selalu langsung berlaku. Karena jawaban disimpan di cache di berbagai titik internet selama TTL, sebuah perubahan bisa butuh beberapa menit hingga sehari agar terlihat di mana-mana. Kalau ada yang tampak salah tepat setelah diedit, beri waktu dulu sebelum buru-buru menyimpulkan kamu keliru.

Menyatukan semuanya

Bayangkan menyiapkan domain baru untuk sebuah perusahaan kecil. Kumpulan record awal yang realistis bisa terlihat seperti ini:

acy-partner.com.        A      203.0.113.10
acy-partner.com.        AAAA   2001:db8::1
www.acy-partner.com.    CNAME  acy-partner.com.
acy-partner.com.        MX     10  mail.acy-partner.com.
acy-partner.com.        TXT    "v=spf1 include:_spf.example.com ~all"

Dalam bahasa sederhana: situsnya berada di satu alamat IPv4 dan satu IPv6, www menjadi alias menuju root, email ditangani oleh server email khusus, dan sebuah record TXT melindungi email keluar. Lima baris, dan domain itu sudah terhubung penuh untuk web sekaligus email.

Rangkuman dan langkah berikutnya

Record DNS terasa menakutkan hanya sampai kamu melihat untuk apa masing-masing. Mari rangkum:

  • A dan AAAA mengubah sebuah nama menjadi alamat IP (masing-masing IPv4 dan IPv6).
  • CNAME adalah alias yang mengarahkan satu nama ke nama lain.
  • MX memberi tahu email ke mana harus diantar, memakai angka prioritas.
  • TXT menyimpan teks biasa, paling sering untuk verifikasi dan keamanan email.
  • NS menyatakan server mana yang otoritatif untuk seluruh domain.

Kamu mengubah semuanya di tempat yang sama — panel kontrol penyedia DNS kamu — dan perubahan menyebar secara bertahap berkat cache. Begitu konsep ini terasa klik, langkah lanjutan yang wajar adalah memahami bagaimana proses pencarian itu benar-benar berjalan melintasi internet, nilai TTL apa yang sebaiknya kamu pilih, dan bagaimana record keamanan email (SPF, DKIM, DMARC) saling bekerja sama. Masing-masing langsung dibangun di atas fondasi yang kini sudah kamu kuasai.

Tag:dnsrecord-dnsdomainweb-fundamentalsjaringan
728 × 90Slot Iklan TersediaPasang iklan Anda di sini

Artikel Terkait

Lihat Semua Artikel

Artikel yang Mungkin Kamu Suka

Ilustrasi DOM sebagai pohon dari node HTML
Dasar-Dasar Web / Browser

Apa Itu DOM?

Penjelasan DOM untuk pemula: pohon HTML yang hidup di memori browser. Pahami apa itu DOM, bagaimana pohonnya dibentuk, dan kenapa ia begitu penting.

15 Sep 20267 menit baca
Ilustrasi berjudul Apa Itu Web Browser dengan code chip fetch ke render
Dasar-Dasar Web / Browser

Apa Itu Web Browser?

Penjelasan sederhana soal web browser: program yang mengambil berkas dari web lalu menyusunnya menjadi halaman yang kamu lihat, satu tab dan satu klik setiap saat.

15 Sep 20268 menit baca
Ilustrasi engine browser menjalankan skrip lewat event loop
Dasar-Dasar Web / Browser

Cara Browser Menangani JavaScript

Penjelasan ramah pemula soal bagaimana browser membaca, mengubah, dan menjalankan JavaScript, kenapa hanya punya satu jalur utama, dan bagaimana cara memuat skrip memengaruhi tampilan halaman.

15 Sep 20268 menit baca
Sampul biru gelap bertuliskan Cara Kerja Browser dengan chip kode parse ke layout ke paint
Dasar-Dasar Web / Browser

Cara Kerja Browser: Gambaran Umum

Penjelasan ramah pemula tentang apa yang dilakukan browser dari kamu mengetik URL sampai halaman muncul: jaringan, parsing, render tree, layout, paint, compositing, dan mesin JavaScript.

15 Sep 20268 menit baca
Sampul Critical Rendering Path dengan chip timer first paint
Dasar-Dasar Web / Browser

Critical Rendering Path

Ikuti langkah persis yang dilakukan browser untuk mengubah HTML, CSS, dan JavaScript menjadi piksel pertama yang terlihat, dan pahami kenapa posisi CSS dan JS menentukan secepat apa halaman muncul.

15 Sep 20267 menit baca
Sampul Dasar Keamanan Browser dengan chip kode berlambang perisai same-origin
Dasar-Dasar Web / Browser

Dasar Keamanan Browser: Cara Browser Diam-Diam Melindungimu

Panduan ramah untuk pemula tentang cara browser menjaga keamananmu: same-origin policy, sandboxing antar-tab, gembok HTTPS, mixed content, dan pengantar lembut soal kenapa input bisa berbahaya.

15 Sep 202610 menit baca